Jemaat Imanuel Oepura (JIO) tercatat sebagai salah satu jemaat yang sudah tua di lingkungan Sinode GMIT karena didirikan pada tahun 1947, bersamaan dengan lahirnya Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT). Pada masa lampau rumah ibadat jumlahnya terbatas, di samping itu terdapat anggota jemaat yang tempat tinggalnya jauh dari rumah ibadat, akibatnya terdapat anggota jemaat yang sering tidak mengikuti kebaktian hari Minggu, perjamuan kudus dan kegiatan-kegiatan keagamaan lainnya yang dilangsungkan di rumah ibadat (gedung gereja). Dengan demikian perlu dicarikan solusinya seperti upaya untuk melakukan pemekaran jemaat. Jemaat Imanuel Oepura sudah melakukan beberapa kali pemekaran seperti Jemaat Pniel Sikumana, Jemaat Sion Oepura, Jemaat Betlehem Naikolan, Jemaat Sesawi Oepura dan Jemaat Gunung Sinai Naikolan.
Khususnya rencana pemekaran bagi Jemaat Sion Oepura dan Jemaat Betlehem Naikolan, menurut program kerja Majelis Jemaat Harian (MJH) Jemaat Imanuel Oepura sudah diprogramkan, tetapi waktunya kapan belum ditentukan secara pasti. Niat ke arah itu mulai diusulkan oleh Drs. Yulius Mantaon sebagai anggota Majelis Jemaat Imanuel Oepura pada bulan April 1986. Beliau mengusulkan agar ketua majelis Jemaat Imanuel Oepura membuka dua pos pelayanan jemaat, yang satu bertempat di Kuanfau RT 43 Kelurahan Oepura. Sedangkan pos jemaat lainnya bertempat di Bikno’i, wilayah Kelurahan Oepura juga tetapi kini karena pemekaran kelurahan sehingga Jemaat Betlehem kini terletak di Kelurahan Naikolan. Usulan ini disampaikan mengingat dua lokasi ini letaknya agak berjauhan dengan lokasi kebaktian Jemaat Imanuel Oepura. Namun usulan pemekaran ini mula-mula dipandang oleh beberapa anggota Majelis Jemaat Harian Imanuel Oepura belum saatnya. Tetapi seiring berjalannya waktu maka usulan itu dipenuhi pada bulan Desember tahun 1986. Menurut rencana pemekaran waktu itu Jemaat Cabang Bikno’i (Betlehem) terdiri dari rayon XVIII dan XIX dari Jemaat Imanuel Oepura sedangkan Jemaat Cabang Kuanfau (Sion) terdiri dari rayon VIII, rayon IX dan rayon X dari Jemaat Imanuel Oepura. Kepala Keluarga (KK) dari rayon VIII disarankan untuk memilih jemaat cabang di Kuanfau (Sion) atau tetap di jemaat induk yaitu Jemaat Imanuel Oepura (JIO). Banyak KK dari rayon VIII memilih tetap di JIO, karena secara geografis lebih dekat ke JIO. Hanya 2 KK yang memilih di jemaat cabang Sion.
Secara Alkitabiah nama Sion sesuai dengan firman Allah dalam kitab nabi Yesaya pasal 2 ayat 1-5. Pemberian nama itu dipandang tepat karena berdasarkan alasan-alasan berikut. Pertama, karena dalam Yesaya pasal 2 ayat 2 diutarakan bahwa pada hari-hari yang terakhir gunung tempat rumah Tuhan akan berdiri tegak di hulu gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas, segala bangsa akan berduyun-duyun ke sana. Gereja Sion adalah rumah Tuhan yang berdiri tegak menjulang tinggi seperti yang ada saat ini. Kedua, bangsa-bangsa berduyun-duyun ke gunung Sion karena mengakui bahwa Sion adalah rumah Allah Yakub di mana dari sana mereka akan memperoleh pengajaran yang benar untuk dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari (Yesaya 2:1). Ketiga, menurut Yesaya pasal 2 ayat 4 dan 5 tersirat makna bahwa Sion adalah pusat kerajaan damai. Dengan ketiga makna tersebut di atas maka jelas bahwa nama Jemaat Sion adalah tepat karena Jemaat Sion adalah rumah Allah yang berdiri tegak di atas bukit-bukit pada hari-hari terakhir dan menjadi tempat untuk kita belajar akan kebenaran firman Tuhan bagi seluruh Jemaat Sion Oepura.